Sinergi TNI-Polri Tegal Matangkan Pengamanan TPS Jelang Pilkades Serentak
Sinergi tanpa batas antara TNI dan Polri kembali dipertegas di jantung Kabupaten Tegal. Pada Sabtu pagi, 24 Oktober 2026, personel gabungan dari Kodim 0712/Tegal dan Polres Tegal menggelar simulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyambut Pilkades Serentak.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Alun-alun Hanggawana, Slawi, ini bertujuan memantapkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan. Simulasi ini menjadi bagian krusial dari Operasi Mantap Praja guna menjamin pesta demokrasi tingkat desa berjalan kondusif.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari ratusan personel yang terlibat. Simulasi dimulai dengan peragaan penjagaan kotak suara di TPS yang dikategorikan aman hingga sangat rawan. Koordinasi antara petugas Linmas, Polri, dan TNI terlihat begitu padu dalam setiap adegan.
Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasetyo, menjelaskan bahwa simulasi ini mencakup skenario penanganan massa yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara. “Kita harus siap dengan segala kemungkinan, termasuk gangguan kamtibmas di area TPS,” tegasnya di sela-sela kegiatan tersebut.
Dandim 0712/Tegal turut menekankan pentingnya netralitas dan kecepatan reaksi aparat. Menurutnya, personel TNI siap mem-back up penuh Polres Tegal dalam menjaga stabilitas di 119 desa yang akan melaksanakan pemungutan suara pada siklus pemilihan tahun ini di wilayah Kabupaten Tegal.
Ilustrasi: Personel gabungan saat simulasi pengamanan pilkades di Tegal.
Salah satu momen paling intens dalam simulasi adalah penanganan aksi unjuk rasa di depan kantor desa. Petugas mendemonstrasikan teknik pengendalian massa (Dalmas) tanpa kekerasan, namun tetap tegas sesuai standar operasional prosedur yang berlaku di lingkungan Polri dan TNI.
Selain pengamanan fisik, simulasi ini juga menyentuh aspek mitigasi bencana dan gangguan teknis. Aparat dilatih untuk mengamankan logistik surat suara jika terjadi cuaca ekstrem atau kericuhan mendadak yang memaksa proses pemungutan suara dihentikan sementara demi keselamatan warga.
Kabupaten Tegal sendiri memiliki karakteristik wilayah yang dinamis. Berdasarkan pemetaan terkini, terdapat beberapa titik yang mendapat atensi khusus karena sejarah kontestasi politik desa yang cukup panas. Hal ini membuat latihan gabungan menjadi agenda wajib bagi Forkopimda.
Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif ini. Sinergi tiga pilar—TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah—dianggap sebagai kunci utama keberhasilan demokrasi yang damai di akar rumput.
Sejauh ini, persiapan administrasi Pilkades 2026 di Tegal telah mencapai tahap akhir. Penyelenggara memastikan bahwa distribusi logistik akan mendapat pengawalan ketat mulai dari tingkat kabupaten hingga ke tangan petugas KPPS di masing-masing desa penyelenggara.
Masyarakat Tegal diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang sering bermunculan menjelang hari pencoblosan. Kehadiran personel gabungan di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemilih untuk menggunakan hak suaranya secara bebas.
Anda dapat memantau perkembangan jadwal dan tahapan lengkap Pilkades melalui portal resmi Radar Tegal. Informasi terkini mengenai kebijakan pengamanan juga tersedia secara berkala untuk konsumsi publik melalui kanal media sosial resmi Polres Tegal.
Kapolres Tegal juga mengingatkan bahwa keberhasilan Pilkades bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga peran aktif para calon kepala desa dan simpatisannya. “Kedewasaan berpolitik di tingkat desa akan mencerminkan kualitas demokrasi kita secara nasional,” tambahnya menutup sesi.
Simulasi ini diakhiri dengan evaluasi bersama antara jajaran perwira Kodim 0712 dan Polres Tegal. Hasil evaluasi akan menjadi bahan perbaikan strategi penempatan personel di lapangan, terutama untuk desa-desa yang memiliki jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sangat besar.
Dengan persiapan yang matang ini, diharapkan Kabupaten Tegal kembali sukses menyelenggarakan Pilkades Serentak tanpa adanya gesekan berarti. Keamanan TPS adalah prioritas, dan kesiapan personel hari ini adalah bukti nyata komitmen menjaga marwah demokrasi di wilayah Slawi dan sekitarnya.
Tentunya, tantangan di tahun 2026 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, dengan koordinasi yang solid dan latihan yang konsisten, kita optimis stabilitas keamanan di Tegal tetap terjaga dengan baik hingga seluruh tahapan pemilihan kepala desa selesai dilakukan.
***
Sumber Utama: Radar Tegal