Pj Bupati Tegal Tembus Pelosok Desa Cek Kesiapan Sarpras Pilkades
SLAWI – Penjabat (Pj) Bupati Tegal, Amir Makhmud, melakukan kunjungan kerja maraton ke sejumlah wilayah pelosok di kaki Gunung Slamet pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan sarana dan prasarana menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang I Tahun 2027.
Langkah proaktif ini diambil guna memastikan seluruh tahapan persiapan, yang telah dimulai sejak Agustus lalu, berjalan tanpa kendala teknis. Fokus utama peninjauan kali ini menyasar desa-desa dengan akses geografis yang menantang di wilayah Kecamatan Bojong dan Margasari.
Dalam kunjungannya, Amir Makhmud didampingi oleh sejumlah pejabat teras dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) serta unsur Forkopimda. Kehadiran mereka di tengah masyarakat pelosok menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat desa.
Ilustrasi: Pj Bupati Tegal saat meninjau sarana publik di wilayah pedesaan untuk memastikan kesiapan logistik demokrasi. (Dok. Pemkab Tegal)
Amir Makhmud menegaskan bahwa jarak dan medan yang sulit tidak boleh menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan hak pilih yang berkualitas. Ia memeriksa secara mendalam kondisi bangunan sekretariat panitia pemilihan serta ketersediaan fasilitas pendukung komunikasi di area tersebut.
“Kita ingin memastikan bahwa infrastruktur di desa-desa pelosok sudah siap 100 persen. Mulai dari gedung pertemuan hingga jaringan pendukung untuk pendataan pemilih secara digital,” ujar Amir Makhmud di sela-sela peninjauannya di Desa Rembul, Sabtu siang.
Berdasarkan data resmi dari Pemerintah Kabupaten Tegal, Pilkades Serentak Gelombang I tahun depan akan diikuti oleh sedikitnya 117 desa. Untuk wilayah Kecamatan Bojong sendiri, terdapat tujuh desa yang masa jabatan kepala desanya akan berakhir pada awal tahun 2027 mendatang.
Selain infrastruktur fisik, Pj Bupati juga memberikan perhatian khusus pada pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan panitia pemilihan. Ia mengingatkan bahwa integritas personel di tingkat desa adalah kunci utama keberhasilan pesta demokrasi yang kondusif dan transparan.
Ia juga sempat berdialog dengan tokoh masyarakat setempat untuk menyerap aspirasi terkait potensi kerawanan sosial. “Kesiapan mental penyelenggara dan netralitas perangkat desa jauh lebih krusial dibandingkan sekadar ketersediaan kotak suara,” tambahnya secara tegas kepada para perangkat desa.
Plt Kepala Dispermades Kabupaten Tegal, Dessy Arifanto, menjelaskan bahwa saat ini tahapan telah memasuki masa persiapan administrasi yang intensif. Pihaknya terus melakukan pendampingan kepada desa-desa untuk menyusun anggaran biaya pemilihan agar tidak terjadi keterlambatan pencairan.
Menurut Dessy, tantangan utama di wilayah pelosok adalah distribusi logistik dan sinkronisasi data pemilih sementara. Medan perbukitan menuntut perencanaan distribusi yang lebih awal dan pengamanan ekstra dari aparat kepolisian dan TNI di wilayah hukum masing-masing.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memantau sinergi pengamanan bersama Polres Tegal. Menariknya, koordinasi ini kini berada di bawah kepemimpinan Kapolres Tegal yang baru, AKBP Febriyani Aer, yang baru saja mengemban mandat pada pekan ini.
Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menekan angka potensi konflik antarpendukung calon. Pj Bupati meminta Camat dan Kepala Desa untuk rutin melakukan “sambang desa” guna meredam isu-isu hoaks yang biasanya mulai bermunculan di media sosial menjelang masa pencalonan.
Bagi Anda warga Kabupaten Tegal, jadwal pemungutan suara Pilkades 2027 sendiri telah ditetapkan pada Rabu, 3 Februari 2027. Namun, rangkaian panjang seperti pendaftaran bakal calon sudah akan dibuka mulai November 2026 ini, sehingga kesiapan sarana di tingkat desa menjadi sangat mendesak.
Informasi lebih lanjut mengenai detail tahapan dan regulasi terbaru dapat diakses melalui portal resmi Pemerintah Kabupaten Tegal. Masyarakat diimbau untuk aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan, mulai dari verifikasi daftar pemilih hingga pengawasan di lapangan.
Di akhir kunjungannya, Amir Makhmud mengapresiasi semangat gotong royong warga desa pelosok yang telah membantu menyiapkan kantor sekretariat panitia. Ia optimistis, dengan persiapan yang matang sejak dini, Pilkades 2027 di Kabupaten Tegal akan menjadi contoh demokrasi desa yang sehat.
Pemerintah daerah berjanji akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap desa-desa yang masih memiliki rapor merah dalam hal kesiapan fasilitas. Hal ini dilakukan demi menjamin azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil tetap terjaga hingga pelosok terjauh sekalipun.
Perjalanan Pj Bupati diakhiri dengan meninjau akses jalan menuju TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang rawan longsor saat musim hujan. Ia memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera melakukan perbaikan minor di jalur-jalur krusial demi kelancaran mobilisasi logistik nantinya.
Demokrasi desa adalah fondasi bagi pembangunan daerah yang lebih besar. Melalui pengecekan lapangan ini, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap tidak ada satu pun warga yang kehilangan hak suaranya hanya karena kendala sarana dan prasarana yang tidak memadai.
***
Sumber Utama: Disway Jateng, Ayotegal.